Pertanyaan pertama yang masuk ke WhatsApp kami hampir selalu sama: “Live TikTok berapa per jam?”
Jawabannya tergantung apa yang kamu beli. Di marketplace jasa freelance, ada penawaran host live TikTok dan Shopee mulai Rp99.000 per sesi. Di sisi lain, paket agency untuk live rutin bisa puluhan juta rupiah per bulan. Dua angka ini sama-sama “harga jasa live TikTok”, padahal yang dibayar berbeda jauh.
Tiga model harga yang ada di pasar
1. Per sesi atau per jam (freelance). Kamu membayar host untuk tampil di akun toko kamu. Biasanya akun, produk, script, dan setting tetap dari kamu. Cocok untuk tes format atau live sesekali saat campaign.
2. Paket bulanan agency. Kamu membayar satu tim untuk menjalankan live dengan jadwal tetap. Di dalamnya ada host, script, desain tampilan live, jadwal, dan laporan. Ini model yang kami pakai di Proton Media.
3. Tim in-house. Kamu merekrut host dan operator sendiri. Biayanya gaji, alat, dan ruangan. Sebagai patokan, UMP DKI Jakarta 2026 adalah Rp5.729.876 per bulan, dan itu baru batas bawah gaji satu orang.
Yang sering lupa dihitung
Harga per jam yang murah jarang mencakup hal-hal yang menentukan GMV:
- Host cadangan. Kalau host sakit atau berhalangan, jadwal live bolong. Penonton yang sudah terbiasa datang di jam itu ikut hilang.
- Script dan brief produk. Host yang tidak dibriefing akan membaca deskripsi produk. Host yang dibriefing akan menjawab keberatan pembeli di kolom komentar.
- Tampilan OBS. Overlay harga, voucher, dan promo yang jelas membantu penonton memutuskan beli.
- Analisis setelah live. Tanpa data per sesi, kamu tidak tahu jam mana yang laku dan produk mana yang perlu diganti.
Kalau semua itu kamu kerjakan sendiri, biaya sebenarnya adalah tarif host ditambah waktu tim kamu.
Contoh harga paket bulanan
Sebagai gambaran, ini paket live streaming kami. Semua harga sudah termasuk host, script, manajemen akun, dan laporan:
| Paket | Harga | Jam live per hari | Host |
|---|---|---|---|
| Starter | Rp 20 juta/bulan | 2 jam | 1 host |
| Growth | Rp 35 juta/bulan | 4 jam | 2 host, rotasi A/B |
| Scale | Rp 54 juta/bulan | 6 jam | 2 host khusus + account manager |
Live bersamaan di platform kedua (misalnya TikTok Shop dan Shopee) menambah 20% dari harga paket. Kontrak minimal 3 bulan.
Mana yang cocok untuk kamu?
Pakai hitungan sederhana: berapa GMV tambahan yang kamu butuhkan dari live setiap bulan, dan berapa jam live yang realistis untuk mencapainya?
- Baru mau tes apakah produk kamu laku di live? Mulai dari sesi freelance atau paket paling kecil. Tujuannya belajar, belum mengejar skala.
- Sudah yakin live jalan dan mau rutin setiap hari? Paket bulanan biasanya lebih murah per jam dibanding menambal jadwal dengan freelancer, karena konsistensi jam tayang ikut terjaga.
- Live sudah jadi kanal penjualan utama dengan volume besar? Saat itu tim in-house mulai masuk akal, selama kamu punya orang yang mengurus data dan jadwalnya.
Satu angka dari klien kami: GMV bulanan Natasha di TikTok Shop naik dari Rp 600 juta ke Rp 900 juta dalam 6 bulan, dengan 640+ jam live per bulan. Hasil sebesar itu datang dari jam tayang yang konsisten, dan konsistensi seperti itu sulit dicapai kalau host berganti setiap sesi.
Sebelum minta penawaran, siapkan ini
- Target GMV bulanan dari live.
- Daftar produk yang mau didorong, beserta margin per produk.
- Platform: TikTok Shop saja, atau ditambah Shopee.
- Berapa jam live per hari yang kamu bayangkan.
Dengan empat angka ini, penawaran dari agency mana pun bisa kamu bandingkan secara adil.
Mau dihitung bareng? Lihat layanan agency live streaming TikTok Shop di Jakarta kami, atau jadwalkan konsultasi gratis 30 menit.