Banyak seller bingung membedakan dua jenis “komisi” di TikTok Shop. Yang pertama komisi affiliate, yang kamu bayar ke kreator. Yang kedua komisi platform, yang dipotong TikTok Shop dari setiap penjualan. Keduanya memotong margin, tapi aturannya berbeda.
Artikel ini merangkum aturan resminya, dengan sumber dari pusat bantuan TikTok Shop dan TikTok Shop Academy.
Komisi affiliate: kamu yang menentukan
Menurut pusat bantuan TikTok Shop, seller bisa memilih komisi affiliate antara 1% dan 80% dari GMV untuk setiap order. Aturan ini berlaku untuk open collaboration maupun target collaboration.
Open collaboration membuka produk kamu untuk semua kreator TikTok Shop. Komisi bisa diatur per produk, per kelompok produk, atau untuk semua produk. Ada juga pilihan komisi otomatis yang mengacu ke 30% produk dengan performa terbaik.
Target collaboration adalah undangan ke kreator tertentu untuk mempromosikan produk tertentu. Ada dua model biaya:
- Flat fee: kamu membayar biaya tetap, dan kreator dibayar setelah videonya disetujui. Hanya untuk format video.
- Komisi saja: kamu membayar komisi hanya saat ada penjualan.
Aturan yang paling sering terlewat
Kalau satu produk masuk ke open collaboration dan target collaboration sekaligus, kreator hanya menerima satu tarif komisi. Tarif target collaboration selalu menggantikan tarif open collaboration. Karena itu TikTok menyarankan komisi target collaboration diatur lebih tinggi.
Akibatnya, kalau komisi target collaboration kamu lebih rendah dari open, kreator yang kamu undang secara khusus justru menerima komisi lebih kecil dibanding kreator yang datang sendiri.
Komisi untuk penjualan dari iklan
TikTok Shop juga punya tarif komisi Shop Ads, yaitu komisi khusus untuk order yang datang dari iklan yang memakai postingan affiliate. Menurut pusat bantuan TikTok, fitur ini hanya tersedia bagi seller yang diundang.
Contoh dari panduan resminya: komisi standar 10% dan komisi Shop Ads 5%. Pembeli yang mengklik link affiliate tanpa iklan memakai tarif 10%. Pembeli yang datang dari iklan memakai tarif 5%. Kalau tarif Shop Ads tidak diatur, semua penjualan memakai tarif standar.
Komisi platform: berubah sejak 18 Mei 2026
Di luar komisi affiliate, ada Platform Commission Fee yang dipotong TikTok Shop. Halaman resmi TikTok Shop Academy untuk Indonesia menyebutkan bahwa mulai 18 Mei 2026, platform memperkenalkan Platform Commission Savings.
Potongan ini berlaku untuk beberapa kelompok seller, misalnya:
- Seller yang memakai GMV Max mendapat potongan di tingkat order untuk order GMV Max.
- Potongan di tingkat toko berlaku kalau belanja GMV Max dalam 30 hari terakhir mencapai 3% atau lebih dari GMV.
- Seller yang ikut program Growth Xtra mendapat potongan di tingkat toko.
Tarif per kategori ada di dokumen PDF resmi di halaman yang sama. Cek kategori produk kamu sendiri, karena tarifnya berbeda-beda.
Cara menghitung komisi yang aman
Sebelum menentukan komisi affiliate, susun hitungan per produk:
- Harga jual setelah diskon.
- Dikurangi HPP.
- Dikurangi komisi platform sesuai kategori dan status program kamu.
- Dikurangi biaya lain: ongkir yang kamu subsidi, voucher, sampel untuk kreator.
- Sisa margin inilah batas atas komisi affiliate kamu.
Lalu putuskan berapa bagian dari sisa margin yang rela kamu bagi ke kreator. Untuk produk baru yang butuh dorongan, komisi lebih tinggi di awal bisa masuk akal, asal kamu tahu batasnya.
Komisi tinggi membantu menarik kreator, tapi tidak menjamin penjualan. Dari audit kami terhadap 5.871 video affiliate FMCG, 63,3% tidak menghasilkan penjualan sama sekali. Brief dan seleksi kreator tetap menentukan apakah komisi itu benar-benar terbayar dari penjualan.
Butuh bantuan menyusun struktur komisi dan menjalankan program affiliate? Lihat layanan agency affiliate TikTok Shop di Jakarta kami.