Hampir semua agency affiliate TikTok membuka presentasinya dengan angka yang sama: jumlah kreator di jaringan mereka. Ribuan, puluhan ribu.

Angka itu jarang menjawab pertanyaan yang sebenarnya penting: berapa banyak dari kreator itu yang akan benar-benar posting video untuk produk kamu, dan berapa yang videonya menghasilkan penjualan?

Ini delapan pertanyaan yang kami sarankan sebelum kamu tanda tangan dengan agency mana pun, termasuk kami.

1. “Berapa persen kreator yang posting setelah menerima sampel?”

Ini angka paling jujur di program affiliate. Agency yang serius memantau rasio sampel terhadap video tayang.

Waspadai: jawaban yang kembali ke jumlah kreator di database.

2. “Boleh lihat contoh brief kalian?”

Brief menentukan banyak hal: frame pembuka, klaim yang boleh diucapkan, penawaran, posisi ajakan checkout.

Waspadai: brief yang isinya hanya hashtag, aturan mention, dan deskripsi produk.

3. “Bagaimana kalian menilai kreator?”

Dari audit kami terhadap 5.871 video affiliate FMCG, 23 dari 92 kreator muncul di daftar video terlaris sekaligus di daftar video tanpa penjualan. Kreator yang sama bisa menghasilkan video terbaik dan terburuk.

Jawaban yang baik: menilai tingkat keberhasilan per video (berapa video yang lolos batas penjualan dibanding total video), dan membandingkan kreator yang menerima brief yang sama.

Waspadai: daftar tier yang hanya berdasarkan follower atau total GMV.

4. “Video mana yang kalian dorong dengan iklan, dan kenapa?”

Jawaban yang baik: video dengan konversi terbaik.

Waspadai: video dengan views tertinggi. Di data kami, ada video 107.968 views yang tidak menjual apa pun, dan video 8.280 views yang menghasilkan lebih dari Rp 5 juta.

5. “Laporannya berisi apa, dan seberapa sering?”

Minimal: jumlah video tayang, GMV, order, dan ROAS per kreator. Laporan mingguan lebih berguna di bulan-bulan awal.

Waspadai: laporan yang hanya berisi views dan jumlah kreator.

6. “Siapa yang menanggung komisi dan biaya sampel, dan ada biaya tambahan apa?”

Pastikan kamu tahu mana yang termasuk biaya jasa dan mana yang biaya pass-through. Sebagai contoh, di Proton Media komisi kreator dan biaya pass-through lain dikenakan Agency Service Fee 10% yang ditagih terpisah, dan rinciannya ada di setiap invoice.

Waspadai: harga paket yang terlihat murah, lalu muncul biaya manajemen di bulan kedua.

7. “Apakah kalian mitra resmi TikTok Shop?”

Status mitra seperti TAP menunjukkan agensi punya akses ke alur campaign affiliate resmi di TikTok Shop. Ini nilai tambah, tapi belum menjamin hasil. Tetap tanyakan nomor 1 sampai 5. Penjelasan lengkapnya ada di artikel apa itu TAP TikTok Shop.

8. “Kalau target belum tercapai, apa yang terjadi?”

Jawaban yang baik: baseline KPI disepakati di awal, review bulanan, dan perubahan strategi di dalam kontrak yang sama.

Waspadai: janji angka GMV pasti sebelum mereka melihat data toko kamu.

Ringkasan untuk dicetak

Pertanyaan Jawaban yang baik
Rasio sampel ke video tayang Mereka tahu angkanya
Contoh brief Ada frame pembuka, klaim, penawaran, CTA
Cara menilai kreator Tingkat keberhasilan per video
Video yang didorong iklan Konversi terbaik
Isi laporan GMV, order, ROAS per kreator
Biaya tambahan Tertulis di kontrak dan invoice
Status mitra Ditanya, tapi bukan satu-satunya syarat
Target belum tercapai Review rutin tanpa biaya tambahan

Mau menguji kami dengan delapan pertanyaan ini? Lihat layanan agency affiliate TikTok Shop di Jakarta dan jadwalkan konsultasi gratis 30 menit.